Surabaya, Malang, Jawa Timur dan sekitarnya

Cuban Rondo

Print PDF

coban pelangiAda sebuah mitos tentang air terjun yang satu ini. Pada jaman dahulu kala, ada seorang Putri kerajaan cantik yang menikahi seorang pria biasa. Pernikahan mereka tidaklah disetujui dan diberkati oleh sang orang tua dari si Putri, oleh karenanya mereka melarikan diri.

Dalam perjalanan mereka melarikan diri, mereka bertemu dengan seorang pria yang kemudian juga mencintai si Putri yang cantik jelita ini dan ini berakibat buruk bagi mereka.

Alkisah terjadilah pertarungan antara suami si Putri dan pria yang mereka jumpai di jalan, dan pertarungan ini berlangsung selama berhari-hari tanpa henti.

Sebelumnya, si Putri disembunyikan oleh sang suami di balik air terjun dan dia khusus meminta dengan sangat kepada si Putri untuk tetap bersembunyi di sana dan menunggunya.

Namun, akhir dari pertarungan berakhir tragis.

Mereka berdua (suami dan pria) tewas dalam pertarungan.

Sementara si Putri dengan setianya tetap menunggu di balik air terjun itu hingga akhir usianya.

Ini lah mengapa masyarakat setempat menyebut air terjun itu sebagai 'Cuban Rondo' yang dalam bahasa Jawa berarti Air Terjun (cuban) Janda (rondo).

Berangkat dari mitos ini, maka masyarakat mempercayai bahwa pasangan muda-mudi yang belum menikah (hanya pacaran) tabu baginya untuk mengunjungi air terjun ini.

Karena percaya-tidak percaya seringkali pada akhirnya hubungan pacaran mereka berakhir dengan tidak baik. Apakah masih berani mencoba?

 

Alas Purwo

Print PDF

banteng-alas-purwoTaman Nasional Alas Purwo merupakan salah perwakilan tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah di Pulau Jawa.


Tumbuhan khas dan endemik pada taman nasional ini yaitu sawo kecik (Manilkara kauki) dan bambu manggong (Gigantochloa manggong). Tumbuhan lainnya adalah ketapang (Terminalia cattapa), nyamplung (Calophyllum inophyllum), kepuh (Sterculia foetida), keben (Barringtonia asiatica), dan 13 jenis bambu.

Taman Nasional Alas Purwo merupakan habitat dari beberapa satwa liar seperti lutung budeng (Trachypithecus auratus auratus), banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), burung merak (Pavo muticus), ayam hutan (Gallus gallus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus melas), dan kucing bakau (Prionailurus bengalensis javanensis). Satwa langka dan dilindungi seperti penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dan penyu hijau (Chelonia mydas) biasanya sering mendarat di pantai Selatan taman nasional ini pada bulan Januari s/d September.

Pada periode bulan Oktober-Desember di Segoro Anakan dapat dilihat sekitar 16 jenis burung migran dari Australia diantaranya cekakak suci (Halcyon chloris/ Todirhampus sanctus), burung kirik-kirik laut (Merops philippinus), trinil pantai (Actitis hypoleucos), dan trinil semak (Tringa glareola).

Plengkung yang berada di sebelah Selatan Taman Nasional Alas Purwo telah dikenal oleh para perselancar tingkat dunia dengan sebutan G-Land. Sebutan G-land dapat diartikan, karena letak olahraga selancar air tersebut berada di Teluk Grajagan yang menyerupai huruf G. Ataupun letak Plengkung berada tidak jauh dari hamparan hutan hujan tropis yang terlihat selalu hijau (green-land). Plengkung termasuk empat lokasi terbaik di dunia untuk kegiatan berselancar dan dapat disejajarkan dengan lokasi surfing di Hawai, Australia, dan Afrika Selatan.

Menyelusuri pantai pasir putih dari Trianggulasi ke Plengkung akan menemukan daerah pasir gotri. Pasir tersebut bewarna kuning, berbentuk bulat dan berdiameter sekitar 2,5 mm.

Masyarakat sekitar taman nasional sarat dan kental dengan warna budaya “Blambangan”. Mereka sangat percaya bahwa Taman Nasional Alas Purwo merupakan tempat pemberhentian terakhir rakyat Majapahit yang menghindar dari serbuan kerajaan Mataram, dan meyakini bahwa di hutan taman nasional masih tersimpan Keris Pusaka Sumelang Gandring.

Oleh karena itu, tidaklah aneh apabila banyak orang-orang yang melakukan semedhi maupun mengadakan upacara religius di Goa Padepokan dan Goa Istana. Di sekitar pintu masuk taman nasional (Rowobendo) terdapat peninggalan sejarah berupa “Pura Agung” yang menjadi tempat upacara umat Hindu yaitu Pagerwesi. Upacara tersebut diadakan setiap jangka waktu 210 hari.

Taman nasional ini memiliki ragam obyek dan daya tarik wisata alam dan wisata budaya (sea, sand, sun, forest, wild animal, sport and culture) yang letaknya tidak begitu jauh satu sama lain.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:

  • Sadengan. Terletak 12 km (30 menit) dari pintu masuk Pasaranyar, merupakan padang pengembalaan satwa seperti banteng, kijang, rusa, kancil, babi hutan dan burung-burung.
  • Trianggulasi. Terletak 13 km dari pintu masuk Pasaranyar berupa pantai pasir putih dengan formasi hutan pantai untuk kegiatan wisata bahari dan berkemah.
  • Pantai Ngagelan. Terletak 7 km dari Trianggulasi untuk melihat beberapa jenis penyu mendarat untuk bertelur di pantai dan aktivitas penangkaran penyu.
  • Plengkung. Melihat perselancar profesional tingkat dunia yang sedang melakukan atraksi dan wisata penelusuran hutan.
  • Bedul Segoro Anak. Bersampan, berenang, ski air di danau dan pengamatan burung migran dari Australia.
  • Goa. Terdapat 40 buah tempat yang dapat disebut sebagai goa alam dan buatan antara lain Goa Jepang untuk melihat peninggalan dua buah meriam sepanjang 6 meter, Goa Istana, Goa Padepokan dan goa lainnya untuk wisata budaya dan wisata goa.


Cara pencapaian lokasi :
Banyuwangi-Pasaranyar 65 km, dan Pasaranyar-Trianggulasi 12 km menggunakan mobil. Trianggulasi-Plengkung, menyelusuri pantai sepanjang 10 km. Lokasi lainnya seperti Danau Segara Anak, Sadengan, Rowobendo dapat ditempuh berjalan kaki dari Trianggulasi.

 

Baluran

Print PDF
BaluranTaman Nasional Baluran merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40 persen tipe vegetasi savana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran.

Tumbuhan yang ada di taman nasional ini sebanyak 444 jenis, diantaranya terdapat tumbuhan asli yang khas dan menarik yaitu widoro bukol (Ziziphus rotundifolia), mimba (Azadirachta indica), dan pilang (Acacia leucophloea). Widoro bukol, mimba, dan pilang merupakan tumbuhan yang mampu beradaptasi dalam kondisi yang sangat kering (masih kelihatan hijau), walaupun tumbuhan lainnya sudah layu dan mengering.
Tumbuhan yang lain seperti asam (Tamarindus indica), gadung (Dioscorea hispida), kemiri (Aleurites moluccana), gebang (Corypha utan), api-api (Avicennia sp.), kendal (Cordia obliqua), manting (Syzygium polyanthum), dan kepuh (Sterculia foetida).

Terdapat 26 jenis mamalia diantaranya banteng (Bos javanicus javanicus), kerbau liar (Bubalus bubalis), ajag (Cuon alpinus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus melas), kancil (Tragulus javanicus pelandoc), dan kucing bakau (Prionailurus viverrinus).

Satwa banteng merupakan maskot/ciri khas dari Taman Nasional Baluran.

Selain itu, terdapat sekitar 155 jenis burung diantaranya termasuk yang langka seperti layang-layang api (Hirundo rustica), tuwuk/tuwur asia (Eudynamys scolopacea), burung merak (Pavo muticus), ayam hutan merah (Gallus gallus), kangkareng (Anthracoceros convecus), rangkong (Buceros rhinoceros), dan bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus).

Pada Hm. 80 Batangan – Bekol , terdapat sumur tua yang menjadi legenda masyarakat sekitar. Legenda tersebut menceritakan bahwa kota Banyuwangi, Bali dan Baluran sama-sama menggali sumur. Apabila, sumur di masing-masing kota tersebut lebih dahulu mengeluarkan air dan mengibarkan bendera, berarti kota tersebut akan merupakan sentral keramaian/ kebudayaan.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Batangan. Melihat peninggalan sejarah/situs berupa goa Jepang, makam putra Maulana Malik Ibrahim, atraksi tarian burung merak pada musim kawin antara bulan Oktober/November dan berkemah. Fasilitas: pusat informasi dan bumi perkemahan.
Bekol dan Semiang. Pengamatan satwa seperti ayam hutan, merak, rusa, kijang, banteng, kerbau liar, burung.
Fasilitas yang ada: wisma peneliti, wisma tamu, menara pandang.
Bama, Balanan, Bilik. Wisata bahari, memancing, menyelam/snorkeling, dan perkelahian antara rusa jantan pada bulan Juli/Agustus; dan sekawanan kera abu-abu yang memancing kepiting/rajungan dengan ekornya pada saat air laut surut.
Manting, Air Kacip. Sumber air yang tidak pernah kering sepanjang tahun, habitat macan tutul.
Popongan, Sejile, Sirontoh, Kalitopo. Bersampan di laut yang tenang, melihat berbagai jenis ikan hias, pengamatan burung migran.
Curah Tangis. Kegiatan panjat tebing setinggi 10-30 meter, dengan kemiringan sampai 85%.
Candi Bang, Labuan Merak, Kramat. Wisata budaya.

Musim kunjungan terbaik: bulan Maret s/d Agustus setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi: Banyuwangi-Batangan dengan jarak 35 km, yang dilanjutkan ke Bekol dengan waktu 45 menit (12 km) atau Situbondo-Batangan dengan jarak 60 km menggunakan mobil.
 

Perkebunan Bayu Lor

Print PDF

bayulorPerkebunan Bayu Lor terletak di Kecamatan Songgon, kira-kira 40 km dari kota Banyuwangi. Perkebunan Bayu Lor terkenal dengan serat Abaka. Bahkan tempat ini merupakan satu-satunya penghasil serat tersebut. Disamping itu, perkebunan ini juga memproduksi cengkih dan kopi. Berada di pegunungan dengan hawa sejuk, cocok untuk bersantai. Penginapan tersedia di sini.

 


Tour Keluarga

Lombok 6 Hari 5 Malam

HARI 01 : TIBA DI LOMBOK – MATARAM CITY TOUR (L,D)Tiba di Selaparang Airport Mataram di jemput dan kami ajak City Tour terlebih dahulu mengunjungi:M...

more
Jakarta Tour 4 Hari 3 Malam

Day 1. Tiba di Jakarta - Transfer ke hotelSetibanya di Jakarta, anda akan dijemput dan disambut oleh guide kami untuk kemudian bersama-sama menuju hot...

more
Jogja dan Solo 4 Hari 3 Malam

Hari 1: CITY TOUR - KRATON - TAMAN SARI - KOTAGEDE - BATIK - PARANGTRITIS (L,D)Anda kami jemput di Bandara / Stasiun untuk selanjutnya berkeliling men...

more
Lombok 2 Hari 1 Malam

HARI 01 : TIBA DI LOMBOK – SASAK TOUR (L,D)Tiba di Selaparang Airport Mataram di jemput dan tour Menuju sasak Tour mengunjungi Desa Banyumulek yaitu...

more

Tour Pasangan

Lombok 2 Hari 1 Malam

HARI 01 : TIBA DI LOMBOK – SASAK TOUR (L,D)Tiba di Selaparang Airport Mataram di jemput dan tour Menuju sasak Tour mengunjungi Desa Banyumulek yaitu...

more
Jakarta Tour 4 Hari 3 Malam

Day 1. Tiba di Jakarta - Transfer ke hotelSetibanya di Jakarta, anda akan dijemput dan disambut oleh guide kami untuk kemudian bersama-sama menuju hot...

more
Komodo dan Rinca 4 Hari 3 Malam

Hari 01 : Labuan Bajo - Pulau Komodo (L,D)Setibanya di Labuhan Bajo airport di Flores Barat anda akan disambut oleh Guide kami dan bersama-sama kita m...

more
Bandung Tour 3 Hari 2 Malam

Day 1. Tiba di Bandung - Transfer ke hotelSetibanya di Bandung, anda akan dijemput dan disambut oleh guide kami untuk kemudian bersama-sama menuju hot...

more
Silahkan login di sini



Rekomendasi Hotel

Mulia Hotel, Jakarta

Mulia Hotel terletak di di jantung kota di Jakarta, menjadikannya pilihan populer baik untuk tujuan ...

more
Tugu Hotel, Malang

Tugu Malang terletak di jantung Kota Malang tua, berhadapan dengan monumen perjuangan kemerdekaan In...

more
Ijen Eco-Resort and Villa

Ijen Eco-Resort and Villas adalah satu-satunya luxury hotel yang berlokasi tidak jauh dari kawasan K...

more

Artikel terkait

Tips berwisata

Sewa Bus Pariwisata

Sewa Mobil