Cerita Perjalanan Wisata

akhirnya situs kami Liburs.com live!

Wednesday, 18 November 2009 02:00 administrator
Print PDF

Tepat hari ini akhirnya situs kami Liburs.com live!

Kami semua bergembira!!

Situs yang kami rencanakan sejak lama ini sebenarnya adalah sebuah "pending project" kami selama beberapa tahun. Mungkin karena kami semua terlalu sibuk dengan kegiatan keseharian kami masing-masing, mungkin juga karena suatu hal lain.

Sibuk dengan kegiatan guiding kami, sibuk dengan membuat quotation dan travel itinerary-nya masing-masing, sibuk dengan perjalanan mengelilingi penjuru Indonesia yang tak habis-habis keindahannya.

Sebenarnya kalau dibilang situs kami sudah selesai pun juga kurang tepat.

Mengapa tidak, banyak sekali content-content yang belum kami isi dengan lengkap dan akurat.

Harga paket-paket wisata pun masih kami kosongi, walaupun ada sebuah alasan mengapa kami belum mencantumkan harga di situs kami.

Ini mengingat saat ini sudah memasuki bulan November, dan sementara kurang dari dua bulan lagi kita sudah memasuki tahun yang baru - yang mana semua rekanan kami baik hotel, penyedia transport maupun penyedia layanan wisata lainnya bertubi-tubi memperbaharui "agent rate"-nya.

Jadi mungkin informasi terhadap harga-harga yang berhubungan dengan content kami baru akan kami rampungkan di penghujung tahun 2009 ini.

Tidak terasa kami sudah memasuki tahun kedua berkantor di kantor kami yang sekarang. Lokasi kantor kami bukan di jalan utama, bukan di jalan besar. Namun apabila anda bertanya apakah lokasi kantor kami strategis, maka kami pun dapat serentak menjawab... Ya!!

Kantor kami hanya berjarak sekitar 100 meter dari Kampus Petra, sebuah kampus swasta yang konon merupakan kampus terbaik di bagian Indonesia Timur. Tidak lebih 200 meter dari kantor kami, saat ini sedang dibangun dua gedung apartment 10 lantai untuk memenuhi permintaan pasar mahasiswa yang menginginkan bentuk akomodasi yang lebih "wah" ketimbang hanya sebuah kamar kos-kosan.

Jujur saja, bangunan kantor kami pun sebelumnya adalah sebuah kos-kosan dengan 10 kamar tidur, selain itu luas lahan yang hampir 800 meter persegi membuat kami lebih rileks dan lapang ketimbang pada saat kami masih menempati bangunan ruko pada periode tahun 2004-2007 ataupun ruang perkantoran di salah satu gedung landmark di Surabaya pada periode tahun-tahun sebelumnya.

Yah itu lah sebuah tulisan awal di awal kehidupan Liburs.com di dunia maya ini.

Mudah-mudahan perkembangan ke depannya akan semakin baik dari hari ke hari.

Kapan yaa kami bikin selametan??!!

Coba tanya boss dulu deh!

 

Kemenlu Promosi Kuliner Indonesia

Thursday, 17 February 2011 17:51 lintangbuanastaff
Print PDF
Kementerian Luar Negeri melakukan promosi pariwisata dengan melakukan branding kuliner Indonesia. Salah satunya melalui diplomasi kuliner. "Potensi pariwisata kita sangat tinggi. Bahkan sekarang kita lagi branding melalui diplomasi kuliner. Misalnya saat bicara sate ayam, orang akan langsung pikir Indonesia," jelas Dirjen Amerika dan Eropa Kemlu Retno LP Marsudi pada acara Diplomatic Gathering Reception di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (16/2/2011).

Pihaknya tengah menggalakan beberapa program promosi kuliner di luar negeri. "Kita promosikan makanan-makanan Indonesia. Karena kalau bicara kuliner, tidak akan berhenti di kuliner saja. Nantinya orang jadi ingin lebih tahu mengenai negara asal kuliner itu dan budayanya," jelas Retno.

Ia menceritakan kedutaan-kedutaan Indonesia di luar negeri pun terus mengadakan acara-acara yang memperkenalkan kuliner Indonesia pada masyarakat setempat. Selain melalui kuliner, Kemlu bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata juga mengadakan fam trip dengan mengundang wartawan-wartawan asing.

"Kita undang wartawan-wartawan wisata dari negara-negara Eropa dan Amerika untuk berkunjung ke Indonesia," katanya.

Menurut Retno, tidak hanya pasar tradisional yaitu negara-negara Eropa barat seperti Belanda dan Inggris, tapi juga pasar alternatif sedang digalakkan. "Pasar alternatif ini adalah negara-negara Eropa timur dan Tengah, juga Amerika Latin. Mereka belum kenal banget Indonesia. Tujuannya lebih memfamiliarkan wilayah-wilayah yang belum familiar dengan Indonesia," ungkapnya.

Ia menuturkan walaupun negara-negara kecil namun tetap harus digarap. Ia memberi contoh negara Rusia tingkat kunjungan ke Indonesia terbesar di antara pasar alternatif. Dalam setahun, orang Rusia yang datang bisa mencapai 110 ribu jiwa. "Banyak yang datang pakai pesawat-pesawat carter. Selain itu, mereka big spender dan long stay guest," tuturnya.
 

Pemkab Wakatobi Gencar Berpromosi

Thursday, 17 February 2011 17:55 lintangbuanastaff
Print PDF
Pemerintah Kabupaten Wakatobi sedang gencar mempromosikan Sail Wakatobi-Belitong. Bupati Wakatobi Hugua mengatakan bahwa Wakatobi memiliki tingkat keberagaman bawah laut tertinggi di dunia, baik dari segi keberagaman karang. maupun biota laut.

"Wakatobi punya 750 jenis koral dari 850 koral yang teridentifikasi di dunia. Bandingkan dengan Karibia yang cuma 50 spesies atau Laut Merah dengan 300 spesies. Di Wakatobi ikan ada 942 jenis," kata Hugua kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (16/2/2011).

Tak hanya itu, pasir putih dan pulau-pulau tak berpenghuni menjadi potensi wisata Wakatobi. Menurut Hugua, yang menjadi nilai lebih lautan Wakatobi adalah laut yang tidak tercemar karena tidak ada industri di wilayah tersebut.

Hugua menuturkan sebagian besar wisatawan asing yang berkunjung ke Wakatobi dalam rangka meneliti. Mereka berasal dari Inggris, Irlandia, dan Amerika Serikat. "Jumlahnya bisa mencapai 1000 orang per tahun. Karena kami punya lab bawah laut yang paling aktif di dunia. Lab ini level internasional dan untuk meneliti biota laut," jelasnya.

Banyak pula wisatawan yang datang memang untuk pelesir. Rata-rata adalah wisatawan long stay guest yang menginap minimal 10 hari. "Konon kabarnya, beberapa raja besar di dunia pernah datang ke Wakatobi, dan anak-anak raja menginap di Wakatobi bisa sampai sebulan," ceritanya.

Pasar dominan Wakatobi memang masih seputar negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat. "Kalau negara-negara Asia seperi Korea dan Jepang belum. Negara-negara ASEAN juga sedikit.
 

Lezatnya Udang Galah Bakar Sunda Kelapa

Thursday, 17 February 2011 18:07 lintangbuanastaff
Print PDF
Udang_galahSelain menawarkan pemandangan indah, Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara ternyata juga menawarkan sejumlah tempat kuliner dengan menu lezat. Salah satunya, Pondok Makan Baronang yang terletak di Jalan Baruna Raya, Sunda Kelapa.

Selain menyediakan menu andalan berupa ikan baronang, pondok makan ini juga menyediakan menu lainnya berupa udang galah bakar. Bahkan, udang galah bakar di tempat ini kelezatanya telah banyak memikat hati para pelanggan. Perpaduan antara bumbu rahasia dan udang segar ditambah sambal acar mendatangkan sensasi rasa nikmat yang alami.

Pelanggan yang datang ke tempat ini dijamin puas. Selain lezat, udang galah bakar yang disajikan berukuran besar. Satu ekor udang galah beratnya bisa mencapai 200 hingga 300 gram. Untuk setiap porsi berisi empat ekor udang galah bakar dijual seharga Rp 80.000.

"Biasanya udang galah di tempat lain selalu berasa tanah, tapi di sini tidak. Menu udang galah bakar di sini benar-benar segar dan lezat," kata Rudi (46), salah satu pelanggan Pondok Makan Baronang, Jumat (11/2/2011).

Rusli Patta Raja atau yang akrab disapa Daeng Raja (36), pemilik Pondok Makan Baronang, mengaku selalu mengedepankan kualitas dengan mendatangkan udang-udang pilihan dari luar Jawa seperti Lampung, Banjarmasin, dan Balikpapan. Selanjutnya, udang-udang itu diolah menggunakan resep rahasia khas masakan Makassar oleh juru masak andalan di pondok makan tersebut.

"Udang kita bakar dengan menggunakan jeruk nipis dan dibuat khas masakan Makassar," ujar Daeng Raja.

Selain udang galah bakar, beberapa menu masakan berbahan udang galah juga tersedia. Di antaranya, udang galah goreng mentega seharga Rp 80.000, udang galah asam manis Rp 85.000, udang galah chili sauce Rp 85.000, dan udang galah rebus Rp 80.000.

Bagi yang kurang suka pada udang, tidak perlu khawatir. Karena Pondok Makan Baronang juga menyediakan menu hasil laut lainnya seperti ikan, cumi, dan kepiting.

Dikutip dari http://travel.kompas.com/read/2011/02/14/12330063/Lezatnya.Udang.Galah.Bakar.Sunda.Kelapa
 

Sate "24 Jam" Samirono

Thursday, 17 February 2011 18:12 lintangbuanastaff
Print PDF
SateApakah Anda salah satu penggemar sate kambing? Pastinya sudah tahu atau malah sudah pernah nyicipin sate yang satu ini.....yup, sate kambing dan sate ayam Samirono yang ada di Yogyakarta, sate ini memang cukup terkenal, dan selalu ramai oleh pelanggannya. Jadi kalau anda pas sedang berada di kota Gudeg ini, sate Samirono bisa menjadi salah satu pilihan kuliner. Mampir saja kesini karena mereka buka sampai 24 jam lho, jadi kapan pun Anda lapar bisa mampir ke tempat ini, kebetulan kami sedang menginap tidak jauh dari tempat penjual sate ini.

Tak heran kalau tempat ini selalu ramai, ternyata banyak juga pelanggan dari luar kota. Sebenarnya kami sendiri sudah beberapa kali mampir untuk makan sate di Samirono ini. Nah kali ini kita langsung pesan sate ayam dan sate kambingnya. Disini setiap porsinya disini hanya berisi 8 tusuk, tapi potongan daging cukup besar lho, satenya juga di sajikan dengan irisan daun kol, tomat dan potongan bawang merah. Kami pesan sate ayam dengan bumbu kacang, sedangkan sate kambing dengan bumbu kecap.

Daging sate ayamnya empuk, dengan perpaduan bumbu kacang yang pas jadinya lebih nikmat. Yummy...Sedangkan sate kambingnya disini memang dibakar sedikit berbeda dengan sate kambing khas Tegal, karena di sate Samirono ditambahi kecap manis pada saat proses pembakarannya atau model jagrak Solo (bumbu kecap).

Jadi setelah dibakar dengan kecap penampilannya jadi agak gosong. Hmm...Dagingnya juga cukup empuk, dan di santap dengan irisan bawang merah membuat sensasi nikmat. Jadi kalau Anda pecinta sate kambing dan sedang berada di Yogyakarta, tidak ada salahnya mencicipi sate Samirono ini.

Dikutip dari http://travel.kompas.com/read/2011/02/14/07260470/Sate.24.Jam.Samirono
 

Pariwisata Selain Bali Perlu Digarap

Saturday, 19 February 2011 15:16 lintangbuanastaff
Print PDF
Jika berbicara mengenai pariwisata Indonesia, maka identik dengan Bali. Karena itu, pemerintah melalui diplomasi ekonomi oleh Kementerian Luar Negeri berusaha menggarap daerah-daerah di luar Bali. Hal tersebut diungkapkan Dirjen Amerika dan Eropa Kemlu, Retno LP Marsudi kepada Kompas.com pada acara Diplomatic Gathering Reception, di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (16/2/2011).

Ia menuturkan diplomasi ekonomi ini berhubungan dengan perdagangan, investasi, dan pariwisata. "Pariwisata itu sumber ekonomi negara yang besar," ungkapnya.

Karena itu acara gathering menghadirkan perwakilan tiga daerah yang memiliki potensi wisata. Ketiga daerah itu adalah Wakatobi, NTT, dan NTB. "Acara gathering ini adalah upaya Kemlu meng-connect potensi kita dengan pasar," katanya.

Acara ini merupakan kali pertama diselenggarakan oleh Kemlu dan mengundang perwakilan yang khusus melakukan kebijakan ekonomi dari kedutaan-kedutaan negara di kawasan Amerika dan Eropa. "Kita bangunkan jembatan antara pemda dan kedutaan. Rencana selanjutnya setelah gathering, kita adakan diplomatic tour, dengan mengundang mereka langsung ke daerah-daerah tersebut," jelas Retno.

Pihaknya juga berencana menyelenggarakan gathering serupa secara periodik dengan menampilkan daerah-daerah lain.

Bupati Wakatobi Hugua yang hadir dalam acara mengatakan terbantu dengan ada acara tersebut. "Saya beberapa kali mempromosikan Wakatobi di luar negeri tapi saya sadar biayanya mahal dan belum tentu mencapai target. Acara ini sangat efisien. Karena yang hadir target pasar," jelasnya.

Sementara itu perwakilan dari kedutaan-kedutaan asing yang hadir berjumlah 24 negara seperti Amerika Serikat, Belanda, Finlandia, Hongaria, Italia, Brazil, Krosia, dan lain-lain.
 


Page 1 of 24
Silahkan login di sini



Rekomendasi Hotel

The Novotel, Solo

Semua kamar di Novotel Solo memiliki ruangan bebas rokok, penyejuk udara, koran harian, film in-hous...

more
Sheraton Bandung

Terletak di lembah Dago, Sheraton Bandung Hotel & Towers dikelilingi oleh pegunungan yang cantik...

more
Kusuma Sahid Prince, Solo

Sebuah tempat bergaya resor di jantung kota Solo yang bersejarah. Berada di tengah-tengah bunga-bung...

more

Tips berwisata

Sewa Bus Pariwisata

Sewa Mobil